文章
  • 文章
开户注册送36无需申请

Klarifikasi Giring“Nidji”soal dugaan politik uang

2017年3月15日上午11:01发布
2017年3月15日上午11:01更新

Giring membantah melakukan politik uang dalam aktivitas bakti sosial yang diikutinya。 Foto dari akun Instagram Giring。

Giring membantah melakukan politik uang dalam aktivitas bakti sosial yang diikutinya。 Foto dari akun Instagram Giring。

雅加达,印度尼西亚 - Pentolan grup band Nidji,Giring Ganesha,tengah tersandung masalah。 Pasalnya,Senin,13 Maret lalu,ia bersama dua orang lainnya dilaporkan oleh Advokat Cinta Tanah Air(ACTA)ke Badan Pengawas Pemilu(Bawaslu)DKI雅加达。

Giring dilapouan atas dugaan kasus politik uang setelah aksi pembagian sembako yang dilakukannya dengan mengenakan atribut baju kotak-kotak yang memang identik dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat。 发送sendiri memang terkenal aktif dan terbuka mendukung pasangan ini。

Karena laporan tersebut,Selasa,14 Maret,Giring pun sempat memenuhi 。 Di sana,ia diharuskan menjawab belasan pertanyaan selama kurang lebih setengah jam。

Dihubungi lewat telepon genggamnya,Selasa,14 Maret malam,Giring berusaha mengklarifikasi masalah yang tengah menimpanya。 Giring pun menjelaskan kronologisnya。

“Ibu saya itu orangnya hobi membantu orang,jadi simpatisan lah.Kebetulan saat itu saya diminta temani dia.oh,ya udah saya temani。Nah,di sana ramai banget disambut warga karena pernah bikin video klip di sana,lagu Indonesia Jaya.Makanya begitu udah sampai semua pada ngerubungin ,kan.Warga,sih,alhamdulillah baik banget。“

“Terus ya udah,dibilang money politic.Saya kemarin enggak keluarkan uang sepeser pun.Yang saya keluarkan cuma uang buat naik taksi.Itu aja.Silakan dicek.Silakan diaudit keuangan saya enggak apa apa saya siap.Orang saya enggak ada apa apa.Knmarin ,sih,niatan baik cuma orang lihatnya gitu aja.Niat baik temani ibu saya。“

Menurut Giring,acara tersebut adalah acara warga sipil biasa。 Hanya upaya untuk saling membantu karena daerah Kampung Melayu memang terkenal sebagai daerah yang kerap dil​​anda banjir。

“Satu sama lain simpatisan karena kami punya rasa toleransi tinggi kami saling bantu daerah banjir.Jadi,ya udah,pas ditanya tadi sama Bawaslu,'Apakah Anda tahu isi(bingkisan)ini?' Enggak.Orang saya memang enggak tahu isinya apa.Itu kan semua di bawah sumpah.Ya ngomong sejujur jujurnya aja.Memang enggak ada(politik uang)。“

Giring punntah jika dirinya mengenakan atribut berbau pasangan cagub-cawagub Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat。 “Menurut saya kemarin saya datang ke sana,saya tidak ada memakai baju atau atribut apa pun,saya memakai baju Hiduplah Indonesia Raya.Ibu saya pakai baju cokelat.Karena memang saya mau ketemu saudara-saudara saya yang terkena musibah。”

Giring pun menegaskan bahwa kehadirannya di sana murni untuk membantu,bukan berkampanye。 “Saya ke sana menemani ibu saya.Saya ke sana sebagai warga DKI Jakarta yang kepengin bantuin,lah.Saya bisa bantu apa?Saya bisa bantu dengan ajak mereka ngobrol,ngasih semangat,bercanda sama mereka。”

Meski tengah diterpa masalah,Giring mengaku tidak kapok。 Bahkan ia mengaku tidak pernah menyesal karena telah mendukung Ahok dan Djarot sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta。 “Kalau saya berbuat baik,saya menemani saudara-saudara saya yang lagi kena musibah.Saya tidak akan pernah menyesalinya.Itu amal ibadah saya。”

“Saya ini enggak pernah mau ngomong,cuma terpaksa.Saya juga sering bagi bagi nasi ke kolong jembatan.Kan Enggak ada yang tahu.ini juga di luar masa kampanye.Jadi kalau udah di dalam masa kampanye saya bagi bagi nasi sama istri dan anak saya ,kira-kira dilaporin juga,dong,nanti?Padahal,kan,niatnya baik。Nah,kemarin saya itu tidak tahu menahu berapa jumlah yang dibagikan dan apa saja isinya,“kata Giring。 -Rappler.com