文章
  • 文章
开户注册送36无需申请

FOTO:'团结艺术工作坊',mendekatkan seni dengan masyarakat

2017年2月23日下午2:21发布
2017年2月23日下午2:21更新

Salah satu aktivitas di gelaran'艺术工坊为团结'adalah壁画工作室yang bisa diikuti anak-anak。 Acara ini berlangsung hingga 24 Februari di IFI Bandung。 Foto oleh Tri Asri Khalidya / Rappler。

Salah satu aktivitas di gelaran'艺术工坊为团结'adalah壁画工作室yang bisa diikuti anak-anak。 Acara ini berlangsung hingga 24 Februari di IFI Bandung。 Foto oleh Tri Asri Khalidya / Rappler。

BANDUNG,印度尼西亚 - Perkembangan seni rupa di Indonesia saat ini sudah sangat pesat。 Perkembangan itu dapat kita lihat dari kemunculan berbagai macam karya dari para perupa Indonesia yang sudah tidak lagi terbatas oleh suatu teknik atau gaya tertentu。

Namun sayangnya peleburan ini rasanya tidak diikuti dengan masyarakatnya。 Banyak yang masih segan membikrakan seni karena dianggap sebagai hal yang kurang penting dalam kehidupan sehari-hari。

Bertujuan untuk memperkenalkan seni sejak dini kepada masyarakat agar keberjarakan seni dengan publik bisa dikurangi,SemAta Gallery pun dibentuk pada 2013 lalu,dengan mengedepankan program yang interaktif dan edukatif bersama anak-anak。

Hingga hari ini,SemAta Gallery telah aktif selama 3 tahun berkarya bersama anak-anak dan masyarakat。 Oleh karena itu,digagaslah sebuah kegiatan艺术家合作bersama anggota SemAta画廊dan melibatkan 10 seniman。

Mereka adalah Wilman Hermana,pematung yang menguasai teknik model dan cast menggunakan media tanah liat atau gypsum Syaiful Garibaldi,seniman yang ahli dalam membuat 种植雕塑 Mariam Sofriana,pelukis realis 自画像 dengan teknik 网格。 Mujahidin Nurrahman,Seniman kontemporer yang berkarya dengan teknik 剪纸

Ada pula Angga Aditya Atmadilega,seniman grafis dengan teknik monoprint Poppy Rahayu,插画家dengan teknik gambar yang khas。 Tri Asrie Khalidya,插画家杨森銮dengan 壁画 Dessy Safira,aktif sebagai pengajar seni yang senang dengan 壁画。 M. Akbar,seniman 视频艺术杨mengekspresikan pesan视觉melalui rekaman视频。 Korin Lesh,Seniman sekaligus pengajar seni asal Australia。

Hasil karya kolaborasi ini kemudian dikumpulkan dalam pameran Atelier des Arts pourlaSolidaritéatauArt Workshop for Solidarity yang digelar di Institut Francais Indonesia(IFI)Bandung,yang sudah berjalan dari 17 Februari 2017 lalu dan akan berakhir pada 24 Februari 2017。

Sebagai bagian dari rangkaian acara pameran,di hari kedua pameran diadakan workshop bersama ke-10 seniman tersebut yang terbuka untuk umum,sebagai langkah nyata untuk mewujudkan visi SemAta Gallery。

Suatu harapan besar dengan dicanangkannya pameran ini,seniman dan para perupa lainnya dapat terinspirasi dan termotivasi untuk ikut berbagi ilmu dan mau berinteraksi lebih jauh dengan berbagai lapisan masyarakat agar penikmat seni tidak hanya terbatas pada mereka yang mengerti atau yang berkepentingan saja。

Publik pun diharapkan dapat terdorong untuk mencoba lebih membuka dan melibatkan diri dalam kegiatan berkesenian agar seni tidak terasing lagi。

Berikut jajaran照片karya dan aktivitas selama gelaran Atelier des Arts pourlaSolidaritéatauArt Workshop for Solidarity。

Suasana pembukaan pameran。 Foto oleh Tri Asrie Khalidya / Rappler。

Suasana pembukaan pameran。 Foto oleh Tri Asrie Khalidya / Rappler。

车间纤维雕塑oleh Korin Lesh,seorang pengajar seni asal Darwin,Australia。纤维雕塑sendiri merupakan sebuah kesenian tradisi dari suku aborigin澳大利亚yang mana mengajarkan kita membentuk,mengikat dengan benang dan membuatnya seimbang atau proposional menjadi sebuah bentuk binatang。 Foto oleh Tri Asrie Khalidya / Rappler。

车间纤维雕塑oleh Korin Lesh,seorang pengajar seni asal Darwin,Australia。 纤维雕塑sendiri merupakan sebuah kesenian tradisi dari suku aborigin澳大利亚yang mana mengajarkan kita membentuk,mengikat dengan benang dan membuatnya seimbang atau proposional menjadi sebuah bentuk binatang。 Foto oleh Tri Asrie Khalidya / Rappler。

Wilman Hermana(kanan),pematung sekaligus pengelola dari SemAta Gallery,sedang menjelaskan karya Mujahidin Nurrahman kepada pengunjung。 Foto oleh Tri Asrie Khalidya / Rappler。

Wilman Hermana(kanan),pematung sekaligus pengelola dari SemAta Gallery,sedang menjelaskan karya Mujahidin Nurrahman kepada pengunjung。 Foto oleh Tri Asrie Khalidya / Rappler。

Hasil karya剪纸Mujahidin Nurrahman bersama anak-anak dari SemAta画廊。 Foto oleh Tri Asrie Khalidya / Rappler。

Hasil karya剪纸Mujahidin Nurrahman bersama anak-anak dari SemAta画廊。 Foto oleh Tri Asrie Khalidya / Rappler。

Dokumentasi kegiatan壁画kolaborasi bersama Tri Asrie Khalidya,Dessy Safira,SemAta画廊dan penduduk sekitar di Jalan Boscha III Bandung,di mana SemAta Gallery bertempat。壁画komunal ini mencapai 20米panjangnya,serta bertujuan untuk membuat peserta lebih peka dengan动物群。印度尼西亚yang sudah banyak mengalami kelangkaan dan terancam punah。 Foto oleh Dessy Safira。

Dokumentasi kegiatan壁画kolaborasi bersama Tri Asrie Khalidya,Dessy Safira,SemAta画廊dan penduduk sekitar di Jalan Boscha III Bandung,di mana SemAta Gallery bertempat。 壁画komunal ini mencapai 20米panjangnya,serta bertujuan untuk membuat peserta lebih peka dengan动物群。 印度尼西亚yang sudah banyak mengalami kelangkaan dan terancam punah。 Foto oleh Dessy Safira。

Salah satu仍然框架dari视频杨dibuat oleh salah satu murid SemAta画廊,setelah diajarkan teknik merekam视频oleh M. Akbar。 Foto oleh Tri Asrie Khalidya / Rappler。

Salah satu仍然框架dari视频杨dibuat oleh salah satu murid SemAta画廊,setelah diajarkan teknik merekam视频oleh M. Akbar。 Foto oleh Tri Asrie Khalidya / Rappler。

越来越多的雕塑,karya menarik yang dibuat oleh anak-anak SemAta Gallery dan Syaiful Garibaldi,menggabungkan antara seni dan botani,dalam sebuah patung yang ditumbuhi jamur dari dalam。 Foto oleh Tri Asrie Khalidya / Rappler。

越来越多的雕塑,karya menarik yang dibuat oleh anak-anak SemAta Gallery dan Syaiful Garibaldi,menggabungkan antara seni dan botani,dalam sebuah patung yang ditumbuhi jamur dari dalam。 Foto oleh Tri Asrie Khalidya / Rappler。

Pengunjung yang berinteraksi dengan karya纤维雕塑oleh Korin Lesh。 Foto oleh SemAta画廊。

Pengunjung yang berinteraksi dengan karya纤维雕塑oleh Korin Lesh。 Foto oleh SemAta画廊。

车间版画atau seni grafis sangatlah menarik bagi anak dalam mempelajari tentang tinta,juga pengenalan teknik mencetak negatif dan positif。 Foto oleh SemAta画廊。

车间版画atau seni grafis sangatlah menarik bagi anak dalam mempelajari tentang tinta,juga pengenalan teknik mencetak negatif dan positif。 Foto oleh SemAta画廊。

Hasil dari工作室壁画杨dilakukan bersama Dessy Safira,Tri Asrie Khalidya,dan para peserta pun menghiasi dinding di salah satu ruangan Institut Francais Indonesia(IFI)Bandung。 Peserta dari berbagai usia pun ikut meramaikan workshop mural yang mengusung tema solidaritas。 Foto oleh Tri Asrie Khalidya / Rappler。

Hasil dari工作室壁画杨dilakukan bersama Dessy Safira,Tri Asrie Khalidya,dan para peserta pun menghiasi dinding di salah satu ruangan Institut Francais Indonesia(IFI)Bandung。 Peserta dari berbagai usia pun ikut meramaikan workshop mural yang mengusung tema solidaritas。 Foto oleh Tri Asrie Khalidya / Rappler。

-Rappler.com